Peran Zakat Dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat

Zakat adalah ibadah maliyah ijtima’iyah yang memiliki posisi yang sangat penting, strategis dan menentukan, baik dari sisi doktrin Islam maupun dari sisi pembangunan ekonomi umat. Zakat memiliki peran sangat vital dalam pemberantasan kemiskinan.

Ali bin Abi Thalib pernah berkata, “Seandainya kemiskinan berwujud seorang manusia, niscaya aku akan membunuhnya”. Makna ucapan khalifah keempat tersebut ialah pendeklarasian “perang terhadap kemiskinan”.

Sejarah membuktikan di zaman sahabat, Ummayah dan Abbasiah, zakat memainkan perannya dalam pemberdayaan ekonomi umat. Zakat yang dikelola secara transparan dan rapi khususnya pada masa Umar bin Abdul Aziz, bahkan pada masa Kalifah Al-Manshur, membuat negara memiliki surplus dana Baitul Mal sebanyak 810 juta dirham, yang disimpan sebagai devisa.

Keberhasilan zakat dalam mengentaskan kemiskinan disebabkan zakat tidak saja diperuntukkan bagi kepentingan konsumtif, tetapi lebih banyak untuk kepentingan produktif. Penyaluran dan penggunaan dana untuk keperluan produktif bisa diberikan dalam bentuk bantuan modal kepada mereka yang masih punya kemampuan bekerja dan berusaha.

Tentunya, disertai pula dengan dukungan teknik dan manajemen bagi kaum ekonomi lemah, sehingga mereka bisa mandiri dan terlepas dari kemiskinan. Diharapkan pada tahun berikutnya si mustahik telah berubah menjadi muzakki.

Inilah yang pernah diisyaratkan Nabi Muhammad Saw dalam hadits Bukhari, “Berzakatlah kalian, niscaya akan datang suatu masa, seorang muzakki (pembayar zakat) membawa zakat harta-nya, tetapi tidak menemukan lagi orang yang berhak menerima¬nya.

Orang yang ditawari mengatakan: “Sekiranya anda datang tahun yang lalu, maka saya menerimanya. Sekarang saya tidak lagi menjumpai di Daulah Islamiyah yang sangat luas itu.” Oleh karena kemiskinan absolut telah berhasil dihapuskan, maka distribusi zakat mengalami kesulitan, terpaksa diserahkan kepada kelompok non-muslim (muallaf) di Afrika Utara. (Agustianto)

Sumber: LAZISMU, Sunday, 20 December 2009, Agustianto Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), Dosen Pascasarjana UI, Trisakti, dan Universitas Paramadina

Artikel Terkait:

  1. Implikasi Zakat dalam Pengembangan Ekonomi Umat
  2. Peran Masjid dalam Pemberdayaan Zakat
  3. “The Power Of Zakat” Dalam Membangun Ekonomi Umat
  4. Zakat dan Pemberdayaan Ekonomi Umat
  5. Zakat Sebagai Pemberdayaan Ekonomi Umat

Filed Under: ZIS Corner

Tags:

About the Author:

RSSComments (0)

Trackback URL

Comments are closed.